Minggu, 14 Desember 2014

Pancasila Dalam Pandangan Islam



Sebelum membahas tentang pancasila dalam pandangan islam, ada dua istilah yang perlu kita ketahui bersama. Yaitu Rabb dan Ilah. Allah adalah Tuhan, Allah adalah Rabb, Allah adalah Ilah. Dalam bahasa Indonesia kata Tuhan memiliki makna yang telah kita ketahui bersama, Namun dalam Bahasa Arab ada dua kosakata yaitu Rabb dan Ilah, keduanya kalau diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti yang sama yaitu Tuhan.

Dalam bahasa Arab Rabb memiliki makna yang berbeda dengan Ilah. 

Rabb: Yang menciptakan, memiliki, dan mengatur.
Allah menciptakan seluruh alam semesta beserta isinya, Dialah yang memiliki semuanya sehingga semua harus tunduk pada perintahnya. Misalkan saja si A memiliki mobil yang sangat bagus, si A tidak boleh tiba-tiba membakar mobil miliknya tersebut, meskipun mobil tersebut adalah miliknya karena itu adalah mubadzir, hal ini karena pemilik yang sebenarnya adalah Allah. Dalam hal mengatur termasuk di dalamnya memberi rizki, menentukan umur, dan sebagainya.

Ilah: yang disembah.
Ilah artinya adalah sesembahan. Sesembahan tidak hanya Allah saja, karena seseorang bisa saja menyembah batu berhala sebagaimana yang telah kita ketahui bersama.

Nah sekarang kita melihat pancasila yaitu sila pertama yang bunyinya “Ketuhanan yang Maha Esa”
Satu poin penting yang harus kita sadari adalah di Indonesia saat itu terdapat 5 agama yang diakui yaitu islam, Kristen katolik, Kristen protestan, hindu, dan budha. Kelima Agama tersebut tentu memiliki pemahaman yang berbeda tentang Tuhan, namun mereka menerima “Ketuhanan Yang Maha Esa”

KENAPA? Padahal kita ketahui bahwa hindu dan budha memiliki banyak dewa Artinya Tuhan mereka tidak hanya satu. Namun kenapa mereka tidak protes dengan “Ketuhanan yang Maha Esa?”

Hal ini Karena Fitrah manusia mengakui adanya satu Rabb dan Tuhan dalam “Ketuhanan Yang Maha Esa” tersebut adalah Rabb, bukan Ilah. Allah berfirman dalam surat ar-rum
“Fithratallah, Allati fathoronnaasa ‘alaiha”

Allah menciptakan manusia dalam fitrah bahwa hanya ada satu Rabb. Hampir seluruh agama dan seluruh keyakinan percaya bahwa hanya ada satu yang Maha Kuasa atas segala-galanya. Meskipun tidak semua menyebutnya dengan sebutan Allah.

Hal ini berbeda dengan sesembahan, meskipun mengakui bahwa yang Maha Kuasa atas segalanya hanya ada Satu, namun belum tentu mereka menyembah Satu Yang Maha Kuasa tersebut, inilah salah satu perbedaan antar agama.

Lalu bagaimana jika Tuhan dalam “Ketuhanan Yang Maha Esa” tersebut adalah Ilah, hal ini pasti ditentang oleh setidaknya umat hindu dan umat budha karena mereka tidak menyembah hanya kepada satu tuhan saja. Jadi kesimpulannya bahwa Tuhan dalam “Ketuhanan yang Maha Esa” maksudnya adalah Rabb, bukan Ilah.

Lalu bagaimana pandangan ini menurut islam. Pandangan bahwa Allah satu-satunya Rabb juga merupakan ajaran islam, namun itu bukanlah makna syahadat dan orang yang mengikrarkan hal tersebut belum tentu muslim dan tidak bisa membuatnya masuk ke dalam islam. Seseorang yang menyatakan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak untuk diibadahi, inilah yang menjadi kunci di muslim.

Artinya muslim menyembah hanya kepada Tuhan yang menciptakan, memiliki, dan mengatur alam semesta. Dan Hanya Dialah satu-satunya yang berhak untuk disembah karena Dia adalah Rabb yang Maha Kuasa.

nb: ini merupakan pandangan pribadi sesuai dengan yang saya pahami, tidak mengatasnamakan islam. 


Senin, 28 April 2014

Budaya Koteka adalah Pembodohan

Fadzlan sesungguhnya lebih sreg menyebutkan nama Nuu Waar untuk tanah kelahirannya, bukan hanya Papua atau Irian. “Itu nama Irian dahulu, bhs Irian. Nuu berarti sinar, waar menaruh rahasia, ” jelasnya.

Rabu, 23 April 2014

Puasa Syawal, Ibadah Penyempurna Ramadhan

Di kala bln. Ramadhan udah selesai, ada suatu harapan yang pasti jadi kemauan tiap tiap hamba yang udah menekuni bln. ramadhan dengan penuh kesungguhan dalam ibadah, yakni memperoleh maghfirah dari Allah -Azza Wajalla-, maka bebas dari semua dosa yang sempat ia jalankan, baik dosa kecil atau dosa besar yakni memperoleh maghfirah dari Allah -Azza Wajalla-, maka bebas dari semua dosa yang sempat ia jalankan, baik dosa kecil atau dosa besar.

Selasa, 01 April 2014

Belum Ke Papua Kalau Belum Ke Wamena

Wamena merupakan pusat dari pegunungan tengah papua. Di pegunungan tengah inilah kebudayaan papua dapat dijumpai dengan mudah. Orang-orangnya pantas untuk disamakan dengan orang badui karena pendidikan dan tata krama tidak begitu kental.

Kamis, 05 Desember 2013

Menggali Kandungan Surat Al Fatihah

Para pembaca yang dirahmati Allah suhanahu wata’ala, setiap hari umat Islam menjalankan ritual shalat yang merupakan salah satu bentuk peribadahan kepada Allah suhanahu wata’ala. Setiap kita melaksanakan shalat, kita diperintah untuk membaca surat Al Fatihah sebagai salah satu rukun shalat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَصَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah)”. (HR. Abu Dawud no. 297 dan At Tirmidzi no. 230 dari shahabat Abu Hurairah dan ‘Aisyah)
Surat ini termasuk deretan surat Makkiyah (yang turun sebelum hijrah) dan terdiri dari tujuh ayat.

Selasa, 26 November 2013

Sekilas Umat Muslim di Wamena

Umat muslim adalah golongan minoritas di wamena. jumlah mereka sekitar 10% dari total penduduk di Kabupaten Jayawijaya. Sebagian besar mereka bertempat tinggal di kota Wamena, ada sebagian kecil yang bertempat tinggal di pinggiran kota dan distrik-distrik. Kebanyakan umat muslim juga merupakan pendatang dari makassar, jawa, dan tanah minang. Muslimin yang dari penduduk asli kebanyakan bertempat tinggal di pinggiran kota dan distrik-distrik tempat asal mereka.

Islam pertama kali masuk wamena sekitar tahun 60-70an dibawa oleh para tentara dan guru yang bertugas di papua. Tandanya, sudah ada muslim wamena yang berumur setengah baya dan telah memeluk agama islam sejak dini. Sekarang ini islam di wamena mulai diterima baik oleh masyarakat asli pegunungan ini.

Di Wamena telah ada pondok pesantren, jumlahnya hanya satu dan letaknya ada di distrik walesi. Santrinya sekitar 30-50 orang. Jumlahnya memang tidak pernah tetap karena seringkali mereka pulang ke rumah orang tua mereka untuk beberapa lama. di pondok ini terdapat juga asrama sehingga keseharian santri dihabiskan di pondok. Seluruh santri adalah penduduk asli sekitar. Satu-satunya pondok pesantren di wamena ini bernama pondok pesantren Istiqomah Walesi-Wamena.

Di kota wamena terdapat 3 masjid, yaitu masjid baiturrahman (masjid agung wamena), Masjid Nurul Hidayah, dan Masjid Al-Ikhlas Polres. Masjid Agung Baiturrahman wamena letaknya bersebelahan dengan kantor bupati jayawijaya. disekitar masjid terdapat TKIT Yapis, SMP Yapis, SMK Yapis, dan Kampus Universitas Yapis. Daerah ini merupakan daerah perkantoran sehingga jamaahnya cenderung lebih sedikit. Masjid Nurul Hidayah terletak di komplek pertokoan jalan safri darwin yang disana banyak pedagang dari makasssar. Masjid ini berlantai 2, kebanyakan jamaahnya adalah pedagang sekitar. Masjid Al-Ikhlas Polres terletak tidak jauh dari masjid nurul hidayah, tepatnya di samping Polres Jayawijaya.

Selain ketiga masjid tersebut, ada juga  masjid lain seperti masjid LDII yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota, namun masjid ini lokasinya lebih tertutup. ada juga masjid kodim, dan masjid lain di distrik walesi, distrik megapura, distrik hitigima, distrik air garam, distrik assolipelema di walesi wamena. di daerah lain yang tidak ada masjid telah dibangun musholla. bahkan ada musholla yang bentuk menyerupai honai yang lokasinya sebelum walesi.

Mengenai pendidikan islam, di wamena telah ada beberapa TKIT, dan ada SD sampai Universitas dari yayasan islam yaitu Yapis. namun tentunya muridnya tidak dibatasi untuk muslim saja, kebanyakan murid dan mahasiswa dari nashrani.

Umat muslim memiliki gedung sendiri yang cukup besar yang telah berdiri sejak tahun 2012. Namanya Gedung Sebaguna umat islam, terletak di samping masjid agung baiturrahman wamena. gedung ini kesehariannya dipakai untuk olahraga bulutangkis, terutama di malam hari. Gedung ini seringkali digunakan untuk acara umat muslim terutama hari besar umat islam. Gedung ini juga seringkali disewa untuk acara pernikahan, acara wisuda, dan acara besar lain.

Mengenai kelompok-kelompok islam diwamena, banyak umat islam dari kelompok jamaah tabligh, Ikhwanul Mulismin, ada juga LDII, dan kemungkinan ada kelompok lain dalam jumlah yang lebih kecil. Namun karena jumlah umat islam yang secara umum minoritas, perbedaan pandangan selalu dikesampingkan, terutama perayaan hari besar seperti awal puasa dan penetapan hari raya mengikuti pemerintah.