Umat muslim adalah golongan minoritas di wamena. jumlah mereka sekitar 10% dari total penduduk di Kabupaten Jayawijaya. Sebagian besar mereka bertempat tinggal di kota Wamena, ada sebagian kecil yang bertempat tinggal di pinggiran kota dan distrik-distrik. Kebanyakan umat muslim juga merupakan pendatang dari makassar, jawa, dan tanah minang. Muslimin yang dari penduduk asli kebanyakan bertempat tinggal di pinggiran kota dan distrik-distrik tempat asal mereka.
Islam pertama kali masuk wamena sekitar tahun 60-70an dibawa oleh para tentara dan guru yang bertugas di papua. Tandanya, sudah ada muslim wamena yang berumur setengah baya dan telah memeluk agama islam sejak dini. Sekarang ini islam di wamena mulai diterima baik oleh masyarakat asli pegunungan ini.
Di Wamena telah ada pondok pesantren, jumlahnya hanya satu dan letaknya ada di distrik walesi. Santrinya sekitar 30-50 orang. Jumlahnya memang tidak pernah tetap karena seringkali mereka pulang ke rumah orang tua mereka untuk beberapa lama. di pondok ini terdapat juga asrama sehingga keseharian santri dihabiskan di pondok. Seluruh santri adalah penduduk asli sekitar. Satu-satunya pondok pesantren di wamena ini bernama pondok pesantren Istiqomah Walesi-Wamena.
Di kota wamena terdapat 3 masjid, yaitu masjid baiturrahman (masjid agung wamena), Masjid Nurul Hidayah, dan Masjid Al-Ikhlas Polres. Masjid Agung Baiturrahman wamena letaknya bersebelahan dengan kantor bupati jayawijaya. disekitar masjid terdapat TKIT Yapis, SMP Yapis, SMK Yapis, dan Kampus Universitas Yapis. Daerah ini merupakan daerah perkantoran sehingga jamaahnya cenderung lebih sedikit. Masjid Nurul Hidayah terletak di komplek pertokoan jalan safri darwin yang disana banyak pedagang dari makasssar. Masjid ini berlantai 2, kebanyakan jamaahnya adalah pedagang sekitar. Masjid Al-Ikhlas Polres terletak tidak jauh dari masjid nurul hidayah, tepatnya di samping Polres Jayawijaya.
Selain ketiga masjid tersebut, ada juga masjid lain seperti masjid LDII yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota, namun masjid ini lokasinya lebih tertutup. ada juga masjid kodim, dan masjid lain di distrik walesi, distrik megapura, distrik hitigima, distrik air garam, distrik assolipelema di walesi wamena. di daerah lain yang tidak ada masjid telah dibangun musholla. bahkan ada musholla yang bentuk menyerupai honai yang lokasinya sebelum walesi.
Mengenai pendidikan islam, di wamena telah ada beberapa TKIT, dan ada SD sampai Universitas dari yayasan islam yaitu Yapis. namun tentunya muridnya tidak dibatasi untuk muslim saja, kebanyakan murid dan mahasiswa dari nashrani.
Umat muslim memiliki gedung sendiri yang cukup besar yang telah berdiri sejak tahun 2012. Namanya Gedung Sebaguna umat islam, terletak di samping masjid agung baiturrahman wamena. gedung ini kesehariannya dipakai untuk olahraga bulutangkis, terutama di malam hari. Gedung ini seringkali digunakan untuk acara umat muslim terutama hari besar umat islam. Gedung ini juga seringkali disewa untuk acara pernikahan, acara wisuda, dan acara besar lain.
Mengenai kelompok-kelompok islam diwamena, banyak umat islam dari kelompok jamaah tabligh, Ikhwanul Mulismin, ada juga LDII, dan kemungkinan ada kelompok lain dalam jumlah yang lebih kecil. Namun karena jumlah umat islam yang secara umum minoritas, perbedaan pandangan selalu dikesampingkan, terutama perayaan hari besar seperti awal puasa dan penetapan hari raya mengikuti pemerintah.
Islam pertama kali masuk wamena sekitar tahun 60-70an dibawa oleh para tentara dan guru yang bertugas di papua. Tandanya, sudah ada muslim wamena yang berumur setengah baya dan telah memeluk agama islam sejak dini. Sekarang ini islam di wamena mulai diterima baik oleh masyarakat asli pegunungan ini.
Di Wamena telah ada pondok pesantren, jumlahnya hanya satu dan letaknya ada di distrik walesi. Santrinya sekitar 30-50 orang. Jumlahnya memang tidak pernah tetap karena seringkali mereka pulang ke rumah orang tua mereka untuk beberapa lama. di pondok ini terdapat juga asrama sehingga keseharian santri dihabiskan di pondok. Seluruh santri adalah penduduk asli sekitar. Satu-satunya pondok pesantren di wamena ini bernama pondok pesantren Istiqomah Walesi-Wamena.
Di kota wamena terdapat 3 masjid, yaitu masjid baiturrahman (masjid agung wamena), Masjid Nurul Hidayah, dan Masjid Al-Ikhlas Polres. Masjid Agung Baiturrahman wamena letaknya bersebelahan dengan kantor bupati jayawijaya. disekitar masjid terdapat TKIT Yapis, SMP Yapis, SMK Yapis, dan Kampus Universitas Yapis. Daerah ini merupakan daerah perkantoran sehingga jamaahnya cenderung lebih sedikit. Masjid Nurul Hidayah terletak di komplek pertokoan jalan safri darwin yang disana banyak pedagang dari makasssar. Masjid ini berlantai 2, kebanyakan jamaahnya adalah pedagang sekitar. Masjid Al-Ikhlas Polres terletak tidak jauh dari masjid nurul hidayah, tepatnya di samping Polres Jayawijaya.
Selain ketiga masjid tersebut, ada juga masjid lain seperti masjid LDII yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota, namun masjid ini lokasinya lebih tertutup. ada juga masjid kodim, dan masjid lain di distrik walesi, distrik megapura, distrik hitigima, distrik air garam, distrik assolipelema di walesi wamena. di daerah lain yang tidak ada masjid telah dibangun musholla. bahkan ada musholla yang bentuk menyerupai honai yang lokasinya sebelum walesi.
Mengenai pendidikan islam, di wamena telah ada beberapa TKIT, dan ada SD sampai Universitas dari yayasan islam yaitu Yapis. namun tentunya muridnya tidak dibatasi untuk muslim saja, kebanyakan murid dan mahasiswa dari nashrani.
Umat muslim memiliki gedung sendiri yang cukup besar yang telah berdiri sejak tahun 2012. Namanya Gedung Sebaguna umat islam, terletak di samping masjid agung baiturrahman wamena. gedung ini kesehariannya dipakai untuk olahraga bulutangkis, terutama di malam hari. Gedung ini seringkali digunakan untuk acara umat muslim terutama hari besar umat islam. Gedung ini juga seringkali disewa untuk acara pernikahan, acara wisuda, dan acara besar lain.
Mengenai kelompok-kelompok islam diwamena, banyak umat islam dari kelompok jamaah tabligh, Ikhwanul Mulismin, ada juga LDII, dan kemungkinan ada kelompok lain dalam jumlah yang lebih kecil. Namun karena jumlah umat islam yang secara umum minoritas, perbedaan pandangan selalu dikesampingkan, terutama perayaan hari besar seperti awal puasa dan penetapan hari raya mengikuti pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar