Sebelum membahas tentang pancasila dalam pandangan islam,
ada dua istilah yang perlu kita ketahui bersama. Yaitu Rabb dan Ilah. Allah
adalah Tuhan, Allah adalah Rabb, Allah adalah Ilah. Dalam bahasa Indonesia kata
Tuhan memiliki makna yang telah kita ketahui bersama, Namun dalam Bahasa Arab
ada dua kosakata yaitu Rabb dan Ilah, keduanya kalau diartikan dalam bahasa
Indonesia memiliki arti yang sama yaitu Tuhan.
Dalam bahasa Arab Rabb memiliki makna yang berbeda dengan
Ilah.
Rabb: Yang menciptakan, memiliki, dan mengatur.
Allah menciptakan seluruh alam semesta beserta isinya,
Dialah yang memiliki semuanya sehingga semua harus tunduk pada perintahnya.
Misalkan saja si A memiliki mobil yang sangat bagus, si A tidak boleh tiba-tiba
membakar mobil miliknya tersebut, meskipun mobil tersebut adalah miliknya
karena itu adalah mubadzir, hal ini karena pemilik yang sebenarnya adalah
Allah. Dalam hal mengatur termasuk di dalamnya memberi rizki, menentukan umur,
dan sebagainya.
Ilah: yang disembah.
Ilah artinya adalah sesembahan. Sesembahan tidak hanya Allah
saja, karena seseorang bisa saja menyembah batu berhala sebagaimana yang telah
kita ketahui bersama.
Nah sekarang kita melihat pancasila yaitu sila pertama yang
bunyinya “Ketuhanan yang Maha Esa”
Satu poin penting yang harus kita sadari adalah di Indonesia
saat itu terdapat 5 agama yang diakui yaitu islam, Kristen katolik, Kristen
protestan, hindu, dan budha. Kelima Agama tersebut tentu memiliki pemahaman
yang berbeda tentang Tuhan, namun mereka menerima “Ketuhanan Yang Maha Esa”
KENAPA? Padahal kita ketahui bahwa hindu dan budha memiliki
banyak dewa Artinya Tuhan mereka tidak hanya satu. Namun kenapa mereka tidak
protes dengan “Ketuhanan yang Maha Esa?”
Hal ini Karena Fitrah manusia mengakui adanya satu Rabb dan
Tuhan dalam “Ketuhanan Yang Maha Esa” tersebut adalah Rabb, bukan Ilah. Allah
berfirman dalam surat ar-rum
“Fithratallah, Allati fathoronnaasa ‘alaiha”
Allah menciptakan manusia dalam fitrah bahwa hanya ada satu
Rabb. Hampir seluruh agama dan seluruh keyakinan percaya bahwa hanya ada satu
yang Maha Kuasa atas segala-galanya. Meskipun tidak semua menyebutnya dengan
sebutan Allah.
Hal ini berbeda dengan sesembahan, meskipun mengakui bahwa
yang Maha Kuasa atas segalanya hanya ada Satu, namun belum tentu mereka
menyembah Satu Yang Maha Kuasa tersebut, inilah salah satu perbedaan antar
agama.
Lalu bagaimana jika Tuhan dalam “Ketuhanan Yang Maha Esa”
tersebut adalah Ilah, hal ini pasti ditentang oleh setidaknya umat hindu dan
umat budha karena mereka tidak menyembah hanya kepada satu tuhan saja. Jadi
kesimpulannya bahwa Tuhan dalam “Ketuhanan yang Maha Esa” maksudnya adalah
Rabb, bukan Ilah.
Lalu bagaimana pandangan ini menurut islam. Pandangan bahwa
Allah satu-satunya Rabb juga merupakan ajaran islam, namun itu bukanlah makna
syahadat dan orang yang mengikrarkan hal tersebut belum tentu muslim dan tidak
bisa membuatnya masuk ke dalam islam. Seseorang yang menyatakan bahwa Allah
adalah satu-satunya Tuhan yang berhak untuk diibadahi, inilah yang menjadi
kunci di muslim.
Artinya muslim menyembah hanya kepada Tuhan yang
menciptakan, memiliki, dan mengatur alam semesta. Dan Hanya Dialah satu-satunya
yang berhak untuk disembah karena Dia adalah Rabb yang Maha Kuasa.
nb: ini merupakan pandangan pribadi sesuai dengan yang saya pahami, tidak mengatasnamakan islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar